#3 The Emotional of Being Newmom: Believe – Bunda Dhie.

Aku adalah seorang ibu rumah tangga yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jogja. Kami menikah pada bulan Oktober 2013 dan seperti pasangan lain yang sudah menikah kami berharap segera mendapatkan momongan, namun tak kunjung hadir.

Kami tetap berikhtiar, hingga aku memutuskan keluar dari tempatku bekerja. Berharap dengan tidak bekerja beban pikiran berkurang dan tidak terlalu lelah karena bekerja. Aku berusaha untuk tidak stress memikirkan keinginanku agar dapat segera hamil.

Hingga pada titik puncak kepasrahan kami, kami memutuskan tidak terlalu memikirkan keinginan kami untuk segera mendapatkan keturunan. Kami memutuskan mengubah rencana hidup kami. Kami berencana pindah ke luar kota dan menikmati masa- masa kebersamaan berdua. Kami pasrah dan melepaskan hasrat akan kehadiran bayi mungil.

Suatu pagi, aku mencoba cek urine dan ternyata hasilnya positif. Yaa .. ada dua tanda strip yang berarti aku positif hamil. Seakan tak percaya dengan hasilnya, aku tak segera menyampaikan kabar gembira ini pada suami.

Pernikahan kami memang belum begitu lama. Setelah tujuh bulan pernikahan kami dan setelah satu bulan lebih tidak datang bulan, aku baru memberanikan diri untuk cek urine. Karena tidak ingin kekecewaan itu datang lagi setiap cek.

Alhamdulillah .. aku sangat bahagia sekali begitu juga dengan suami. Dan akhirnya rencana kami pindah luar kota pun tidak terlaksana. Di sinilah aku belajar “PASRAH” dan “SABAR”. Semua ada ditangan-Nya, Sang Pemberi Kehidupan. Alhamdulillah inilah buah dari kepasrahan dan kesabaran kami, setelah menanti dan menanti.

Saat kita memiliki keinginan, cita-cita dan harapan yang begitu kuat, jangan lupa seberapa pun kita berusaha semua hasilnya ada ditangan-Nya

maka jangan lupa untuk pasrahkan hasilnya pada Allah dan sabar menanti jawaban dari-Nya.

Selama kehamilan, kami sangat menjaga dan berhati-hati janin dalam kandunganku. Suami lebih perhatian dan selalu memberi semangat.

Waktu terus berlalu, seiring semakin bertambah besarnya perutku. Tak banyak hal yang begitu meropotkan yang aku lalui selama hamil. Berbagai perubahan yang terjadi, aku nikmati dengan senang hati dan yang lebih menyenangkan janinku dinyatakan sehat oleh dokter. Hal ini membuat aku semakin semangat menanti kelahiran buah hati kami.

Diusia kehamilanku yang ke-36 minggu, dokter menyatakan janin dalam keadaan sungsang. Sempat dilanda kecemasan, karena jika usia kandungan 37 minggu masih dalam keadaan sungsang maka melahirkannya harus dicesar. Cesar bukanlah hal yang ku inginkan, dan tak pernah terlintas dipikiranku karena aku ingin melahirkan secara normal.

Aku berusaha tenang dan mencoba berfikir positif. Aku percaya janinku tahu kapan kepalanya harus berada di bawah. Dengan tetapkan menjalankan nasihat-nasihat yang diberikan dokter, seperti melakukan sujud, jalan pagi dan jongkok.

Alhamdulillah .. saat periksa kembali diusia kandungan 37 minggu, kepala janin sudah berada di bawah. Di sinilah aku belajar “BERFIKIR POSITIF” dan “PERCAYA” pada diriku dan janinku bahwa kami bisa bekerjasama.

Banyak hal yang terjadi tanpa kita duga dan mungkin tidak kita harapkan,

namun berfikir positiflah untuk mengubahnya menjadi hal yang kita harapkan.

Aku melahirkan diusia kandungan 40 minggu dan sesuai dengan HPL. Pengalaman pertama dalam hidupku, melahirkan dengan normal. Merasakan melahirkan itu penuh perjuangan. Dan sekali lagi aku belajar “PERCAYA”.

Percaya pada diriku sendiri bahwa aku mampu melahirkan dengan normal dan selamat. Percaya pada janin yang ada dalam rahimku bahwa dia dapat bekerjasama denganku agar persalinan secara normal berjalan lancar. Percaya pada suamiku sebagai pendamping selama proses persalinan, memberiku semangat dan arahan agar aku dapat melalui setiap proses dan setiap tahap persalinan normal. Percaya pada bidan yang membantu proses persalinan, percaya pada semua arahan dan bimbingannya agar proses persalinan lancar hingga buah hatiku lahir dengan selamat.

Ada saatnya dimana jalan satu-satunya dalam mengatasi permasalahan kita,

adalah percaya pada diri sendiri dan orang-orang disekitar kita.

Terimakasih Yaa Rabb, telah memberiku kesempatan merasakan setiap tahap perubahan selama kehamilan dan setiap proses persalinan normal. Merasakan fitrahku sebagai seorang wanita. Merasakan keajaiban-Mu dalam menciptakan insan penghuni dunia.

Terimakasih Yaa Rabb, telah Kau hadirkan buah hati kami. Akan kami jaga, rawat dan kami asuh dengan penuh kasih sayang.

Dhie