Bolehkan Bayi Minum Madu?

“Biar lahap makan, lebih sehat daya tahannya bagus, dikasi minum madu aja merk terkenal itu lho blabla..”

Madu memang mempunyai khasiat dan kandungan yang sudah tidak diragukan lagi. Akan tetapi, apakah semua yang bagus itu selalu cocok untuk si kecil? Yuk, Mimin Sakina bantu merangkum beragam pendapat ahli yang bisa dijadikan referensi.

dr. Ariani Dewi Widodo, SpA.
“Perlu saya tekankan adalah pemberian madu. Orangtua sering memberikan madu ke bayi. Padahal madu itu sangat tidak baik
untuk anak di bawah usia satu tahun,”

National Institutes of Health
Anak usia di bawah satu tahun sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi madu, apalagi madu murni, karena efek alergi bisa lebih serius. Alergi terburuk yang berpotensi muncul adalah sesak napas, tekanan darah rendah, pusing, pingsan, hingga gagal jantung.

Food Standards Agency (FSA)
Madu mengandung spora botulisme yang bisa menyebabkan penyakit serius bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan. Anak-anak di bawah usia satu tahun tidak memiliki kemampuan untuk melawannya.

Lho?
Botulisme? Alergi? Apa sih?

*tarik napas dalam*

Yuk bareng mimin Sakina disimak lagi perlahan sambil dicerna.

Dr. H. Adi Tagor, Sp.A., DPH (staf medik pediatri pada RS Pondok Indah, Jakarta)
Dari penelitian modern, madu asli, yaitu yang diperas dari sarang tawon, ternyata ditemui ada kaki-kaki tawonnya juga yang membawa kuman. Di sini persoalannya karena tawon tidak hanya hinggap pada bunga; kadang ia pun mampir ke tempat-tempat lain seperti mengacak-acak sampah dan lainnya.
Nah, inilah asal mula ada clostridium botulinum. Spora dari clostridium botulinum ini bisa tumbuh dalam tubuh anak dan menyebabkan botulism.
Gejalanya: anak mengalami panas, kembung, dan kejang. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian.”

Nah.. Sudah jelas ya.
Inilah mengapa AIMI juga merekomendasikan pemberian madu sebaiknya diberikan pada bayi usia lebih dari 1 tahun.
Anak ASI ekslusif?
Cukup ASI yuk
Breast milk is ultimately the best source of nutrition for a baby.

Salam Nenen,
Sakina.