Etika Menjenguk Newborn

Ting toong… Suara bel pintu bunyi.
Wah, ada tamu lagi, padahal udah mau siap-siap istirahat setelah semalam begadang, duuh.. *sambil jalan pelan-pelan ke pintu depan, masih nyeri sisa jahitan euy .

Mana belum mandi ya? Hihi. Baju bagian dada mana udah basah karena ASI merembes, dan campur bau pesing.
Nah, sebetulnya bagaimana sih etika Menjenguk Bayi?
Mimin Sakina bantu merangkum berdasar pengalaman para sahabat dan Bunda. ^^

  • Perhatikan waktu istirahat si Ibu. Bila perlu buat janji terlebih dahulu.
  • Jangan terlalu lama berkunjung, durasi yang terlalu lama akan membuat si Ibu terhambat beraktivitas.
  • Pastikan tidak dalam kondisi flu/batuk saat menjenguk.
  • Tawarkan bantuan untuk ikut membereskan pekerjaan rumah apabila si Ibu tidak didampingi asisten.
  • Hindari topik pembicaraan seputar melahirkan dan perawatan bayi, karena Ibu pasti sudah bosan, biarkan si Ibu bercerita apabila mau, dan hormati apabila jika tidak mau banyak berbicara.
  • Jaga ketenangan dan volume suara.
  • Membawa oleh-oleh atau kado untuk bayi dan Ibu. Eits, ini yg sering terlupa ya, si Ibu juga bisa dikado juga lho, .
  • Jangan pernah memegang bayi sebelum diijinkan oleh si Ibu. Turuti apabila diminta untuk cuci tangan untuk alasan higienitas.
  • Beri ruang dan kesempatan apabila si Ibu hendak menyusui si kecil.
  • Dukung ASI Ekslusif, jangan pernah merekomendasikan atau menyuruh untuk meminumkan sufor merk tertentu, air tajin, madu, bahkan MPASI dini!

    Nah, banyak hal yang patut dijadikan perhatian yah.
    Ayuk, belajar menghormati dan berempati kepada Busui yuk. .

    Salam Nenen,
    Sakina.