Gurita Bayi – Si Kain Bertentakel: Boleh, Asal..

Siapa sih yang belum tahu gurita bayi?

Gurita bayi terdiri dari dua lapis kain, yakni lapisan pertama yang berfungsi menutup bagian perut bayi dan lapisan kedua yang berupa tali pengikat. Seiring berjalannya waktu, penggunaan gurita sudah tidak sepopuler dulu lagi. Masih terkait dengan post Sakina kemaren mengenai Bedong Bayi, kali ini Mimin ingin membahas juga mengenai perawatan bayi, yaitu pemakaian kain gurita. Tujuan Mimin membuat tulisan ini adalah untuk meluruskan mitos dan anggapan yang beredar di masyarakat mengenai perawatan bayi.

Kali ini Mimin ingin meluruskan mengenai anggapan bahwa gurita dianggap bisa membuat perut bayi tidak besar.

Berikut kutipan pendapat dokter dari beberapa artikel yang Mimin dapatkan:

Pemakaian gurita pada bayi dianjurkan hanya pada beberapa kelainan tertentu saja pada perut. Secara umum pada bayi yang sehat dianjurkan untuk tidak memakai gurita, apalagi pemakaian gurita yang cukup erat  karena  akan menyebabkan gangguan pernapasan karena gangguan pengembangan paru-paru, gangguan pencernaan dan gangguan pertumbuhan anak Ibu karena kapasitas lambung dan usus dibatasi oleh gurita yang erat. Untuk perawatan tali pusat, bisa diberikan salep (ointment) antibiotik yang mengandung Bacitracin, atau alkohol 70% untuk mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat. – dr. Sony Prabowo, Sp.A.

Dalam dunia medis, tak dikenal istilah masuk angin. Mungkin maksudnya aerophagia, yaitu bayi banyak mengandung udara di lambungnya sehingga terlihat kembung. Hal ini bisa disebabkan bayi menangis lama atau cara minum susu botol kurang betul. Jadi, tak ada kaitannya dengan pemakaian gurita. Besar kecilnya perut ditentukan oleh ketebalan kulit, lemak kulit, dan otot perut yang sanggup menahan daya dorong isi perut atau usus keluar. Kulit maupun lemak dan otot bayi masih tipis karena belum tumbuh, sehingga belum mampu menahan ususnya yang mendorong keluar. Jadilah si bayi kelihatannya seperti kembung, perutnya agak besar. Jikapun si bayi sampai punya pusar bodong, karena bagian dari puntung tali pusatnya memang sejak awalnya sudah lebih besar, bukan karena tak dipakaikan gurita. “Pemakaian gurita sebenarnya justru dapat merugikan bayi. Bayi jadi kepanasan dan banyak keringat sehingga bisa mengalami keringet buntet di bawah lapisan gurita”. Selain itu, bila pemakaian gurita terlalu ketat, akan mengganggu gerak pernafasan bayi karena bayi bernafas lebih dominan menggunakan gerak pernafasan perut. – dr. Eric Gultom, Sp.A.

Faktanya, organ dalam tubuh justru akan kekurangan oksigen jika bayi memakai gurita. Ruangan untuk pertumbuhan organ juga akan terhambat. Dinding perut bayi masih lemah, volume organ tubuhnya tidak sesuai dengan rongga dada dan rongga perut yang ada karena sampai usia lima bulan dalam kandingan, organ ini terus tumbuh sementara tempatnya sangat terbatas. – dr. Attila Dewanti, Sp. AK.

Jangan gunakan gurita karena bayi bernafas lebih banyak menggunakan otot-otot perut. -Web IDAI

 Otot dada dan perut bayi kan masih lemah, pertumbuhannya belum sempurna. Jika dibebat dan dililit seperti gurita itu nanti bisa menyebabkan bayi sesak napas dan meninggal dunia. Banyak yang bilang kalau menaruh koin di pusar atau di gurita pusar bayi tidak akan bodong. Padahal pusar bodong itu ya memang dari sananya begitu. Mau dilakukan apapun jika memang akan bodong ya pasti bodong. – Marissa Tania S. Pudjiadi, Sp.A.

Jadi, bagaimana kesimpulannya?

Tentu harus dievaluasi dengan menimbang kembali apa tujuan dari pemakaian bedong. Tujuan untuk menghindari perut kembung, mengecilkan perut bayi, menekan pusar supaya tidak bodong: tidak terbukti dan tidak direkomendasikan secara medis. Ikatan yang terlalu kuat berisiko mengganggu pernapasan bayi dan membatasi ruang pertumbuhan organ dalam bayi

Beberapa pihak menilai pemakaian gurita masih ditolerir karena membantu tali pusar bayi agar tidak bergesekan dengan pakaian atau dari gerakan-gerakan tangan bayi yang bisa menyenggol tali pusarnya sendiri.

Asal, ikatannya jangan terlalu kuat.

Tetapi sesudah tali pusat lepas, tidak ada alasan lagi untuk menggunakan gurita. Gurita bukan hal yang wajib digunakan, semua dikembalikan lagi kepada tujuan pemakaian. Yang terpenting semua sepakat, Gurita untuk mengecilkan perut dan menghindarkan pusar bodong: TIDAK TERBUKTI. Prinsipnya: Gurita boleh digunakan, asal bukan untuk melangsingkan perut bayi. Gurita untuk menghangatkan, boleh. walaupun sebetulnya gurita bukanlah satu-satunya pilihan pakaian penghangat bayi.

Nah, kalau mau buat singset perut, Bunda aja yang rajin pakai gurita, stagen, atau bebat modern. Tentunya dengan memperhatikan faktor kesembuhan dan perawatan apabila ada luka bedah caesar yah. Demi bapaknya anak-anak.

Salam Nenen,
Sakina.

disclaimer:
Gurita bayi umum digunakan di Indonesia, dan jarang ditemui di luar negeri, jadi maafkan Mimin ya ga ada sumber dari luar negeri.

source: 1, 2, 3, 4