Menyusui dan Kontrasepsi

 

baju menyusui

Sakina Nursing Wear


Sering kita mendengar beragam pendapat mengenai hubungan antara menyusui dan kontrasepsi. Menyusui sering dianggap sebagai metode KB alami. Akan tetapi adanya beberapa Bunda yang “kebobolan” saat menyusui sering membuat Bunda yang lain mencari alternatif kontrasepsi yang dianggap lebih aman untuk perencanaan keturunan.

Sebetulnya, bagaimana sih korelasi menyusui dan kontrasepsi? Kapankah menyusui dianggap efektif sebagai kontrasepsi alami (amenorea menyusui)? Mari kita simak penjelasan dari para pakar.

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia
Hampir semua metode KB manapun mempunyai resiko kehamilan. Menyusui adalah metode KB alami yang bekerja cukup baik. Hampir sama baiknya dengan pil KB, dengan syarat:

  • Ibu menyusui secara eksklusif
  • Bayinya berusia kurang dari 6 bulan
  • Ibu belum mendapatkan menstruasi lagi. Setelah lewat 6 bulan, menyusui juga dapat dijadikan metode KB alami, walau perlindungannya tidak sebesar pada saat bayi berusia kurang dari 6 bulan.

dr. Aldika Akbar SpOG., konselor laktasi dan dokter spesialis kandungan di National Hospital Surabaya
Metode Amenore Laktasi hanya berhasil jika:

  • Bayi hanya minum dari susu ibu (menyusui) dalam 6 (enam) bulan pertama, dan tidak mendapat tambahan cairan lainnya serta tidak minum melalui botol/dot.
  • Kesuburan akan tertekan secara efektif jika bayi minum tiap 4 jam sekali saat pagi/siang dan 6 jam sekali saat malam (tidur).
  • Jika hal ini bisa dijalankan dengan baik, ibu belum mendapat menstruasinya, maka kemungkinan ibu hamil hanya 2% saja.
  • Penting untuk diingat bahwa ketika bayi sudah mendapat makanan/cairan tambahan, frekuensi menyusui mulai berkurang, ibu sudah menstruasi, maka metode ini sudah TIDAK efektif dan harus mulai menggunakan metode kontrasepsi lainnya.

Namun perlu diingat bahwa tiap manusia adalah khas, sehingga kadang terjadi penyimpangan. Ada ibu yang menyusui penuh namun dalam 3-4 bulan sudah menstruasi (subur) lagi, Namun ada juga ibu yang bayinya sudah mulai mendapat cairan/makanan tambahan masih belum menstruasi (subur) sampai beberapa bulan bahkan bisa sampai 2 tahun. Jadi tidak perlu khawatir jika anda masih belum menstruasi setelah persalinan, karena tiap orang memiliki jam biologisnya sendiri-sendiri.

dr. Indra N.C. Anwar, SpOG, dokter ahli fertilitas di RS Gading Pluit
Benar bahwa menyusui dapat digunakan sebagai kontrasepsi alami dikarenakan sistem hormonal yang tertekan sehingga menghambat terjadinya ovulasi (keluarnya sel telur) pada saat menyusui. Namun tentu saja metode ini memiliki syarat agar efektif, yaitu :

  • Menyusui setiap 4 jam pada siang hari, dan setiap 6 jam pada malam hari (minimal)
  • Makanan tambahan untuk anak hanya diberikan 5-10% dari total kebutuhan.

Kehamilan menurut survey terjadi pada 2 per 100 wanita pada 6 bulan setelah melahirkan dan 6 per 100 wanita setelah 6-12 bulan setelah melahirkan. Semakin besar anak maka akan semakin sulit untuk memenuhi syarat yang kedua yaitu makanan tambahan (selain ASI) hanya diberikan 5-10% dari total. Pada anak usia 6 bulan keatas, makanan pendamping berupa susu formula dan makanan padat lainnya (bubur, buah, nasi tim, dll) perlahan-lahan akan mendominasi menggantikan ASI. Hal ini dikarenakan nutrisi yang terkandung di dalam ASI tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak di atas usia 6 bulan.

Karena hal itulah amenorea menyusui TIDAK lagi efektif pada anak di atas usia 6 bulan, apalagi yang berusia lebih dari 1 tahun.

Okey cukup jelas dan gamblang ya,  dengan terpenuhinya syarat diatas, Menyusui memang menjadi Kontrasepsi Alami. Apabila Bunda busui ingin melanjutkan kontrasepsi lain, silahkan pilih KB non hormonal sebagai pilihan utama dan Metode KB Hormonal sebagai pilihan kedua. Pilih KB yang mengandung hormon progestin; estrogen dapat mengurangi produksi ASI.

Apapun pilihannya, tentunya tetap konsultasikan dengan Bidan dan Dokter Kandungan terlebih dahulu.

Happy Breastfeeding,
Salam Nenen,

Sakina