Mitos Menyusui #14: Ukuran Beha

PD besar = ASI Melimpah (?)

“Ah, seneng ya jadi kamu, ASInya banyak, jadi bisa nyetok, aku ga bisa soalnya ASI ku dikit, pompa langsung habis diminum, jadi sekarang dibantu sufor kalau aku pergi kerja.”

Huhu.. Betapa kasian Bunda yang belum mendapat pencerahan tersebut di atas .
Diluar pemahaman mengenai Manajemen ASIP, ada poin penting yang perlu Mimin Sakina garis bawahi, terutama mengenai UKURAN.

Dada yang montok berarti pasti berhasil menyusui? PD yang besar selalu menghasilkan ASI yang lebih banyak? Tidak. Hmmm.. Mari kita contohkan secara sederhana. Kita umpamakan PD sebagai cawan/gelas. Gelas kecil yang sering dikosongkan akan lebih banyak menampung isi daripada gelas besar yang jarang dikosongkan.
Nah. Begitu pula dengan ASI. Otak akan terus memerintahkan kelenjar susu untuk menghasilkan ASI saat payudara dalam kondisi kosong. ASI akan terus diproduksi selama permintaan berupa hisapan baik dari mulut bayi maupun hisapan dg bantuan BreastPump. Yup, tak jarang Bunda tetap mengalami LDR saat menyusui si kecil walau dirasa PD sudah terkuras diminum sejak tadi .

Yang terpenting adalah :
1. Yakini bahwa produksi ASI tidak diwakili dengan berapa hasil pumping yang didapat.
2. Produksi ASI selalu seimbang dengan Permintaan ASI.

Poin no 2 ini yang bisa kita jadikan senjata. Let’s trick Our Body. Penambahan sesi Pumping dan Penambahan Perlekatan tentunya akan menaikkan proses Permintaan kepada Otak untuk lebih banyak memproduksi ASI. Seperti cawan di atas tadi .

So, Payudara mungil? Clearly, Size doesn’t matters.
Bangga dong, tetep bisa ngeASI kok. *benerin beha*

Salam Nenen,
Sakina.