MPASI – WHO or Food Combining?

Galau Menentukan MPASI, Aliran WHO Atau Food Combining?

“Sebentar lagi Kakak 6 bulan, mau pilih MPASI apa ya? Di grup yang sedang happening bikin pure buah. Kan lagi ngetrend banget nih. Eh tapi kok AIMI malah menyarankan metode MPASI WHO? Binguuungg…..”

Nah, ada Bunda yang sedang menimbang dan mempersiapkan MPASI untuk si Kecil? Yuk kita kupas tuntas mengenai Metode MPASI WHO.

AIMI mengikuti panduan WHO yang memberikan semua jenis makanan sejak awal MPASI, karena tidak ada satu jenispun makanan yang bisa mengcover kebutuhan energi anak yang meningkat pesat saat usia 6 bulan. Perbedaan di setiap titik usia hanya pada TEKSTUR dan PORSI saja

Lalu, apakah benar bahwa memberikan BUAH sebagai SARAPAN bayi baik untuk pencernaannya ?

Berikut Mimin rangkum alasan dan penjelasan dari Konselor Laktasi, Divisi SDM AIMI, Ibu Lianita Prawindarti MinLi.

Bayi bukan orang dewasa.
Kebutuhan serat pada bayi berbanding terbalik dengan orang dewasa. Asupan bayi harus kaya lemak, kaya protein tapi rendah serat. Sementara untuk dewasa, asupan harus rendah lemak tapi kaya serat. Kenapa? Karena bayi di bawah usia 2 tahun memiliki keterbatasan mencerna serat yang tinggi. Konsumsi terlalu banyak serat pada bayi bisa memunculkan sembelit. Buah harus tetap diberikan tiap hari, tapi perhatikan juga unsur serat pada makanan yang Anda berikan ke bayi.

Buah bisa diperkenalkan sebagai salah satu makanan yg diperkenalkan pertama kali ke bayi, selain makanan pokok.
WHO/UNICEF sendiri sebetulnya lebih mengutamakan perkenalan makanan pokok/serealia sebagai MPASI pertama. Golongan serealia atau makanan pokok serta buah dan sayur cocok diberikan di awal MPASI karena golongan makanan ini berpotensi alergi rendah.

Bayi harus mengkonsumsi makanan yang kaya protein dan lemak.
Protein adalah kontribusi utama 60-75% elemen utama pertumbuhan untuk bayi di bawah usia 1 tahun . Untuk bayi yg ingin mengejar berat badan, menu double protein (dua jenis protein dalam satu menu) dalam makanan harus diberikan. Pemberian sumber lemak pada makanan juga penting untuk pertumbuhan bayi.

Terkait dengan tingginya demand protein ini, untuk bayi yang SUDAH menjalani masa awal perkenalan MPASI (yang 1-2 kali makan dengan menu tunggal), dimana dia sudah bisa makan 2-3 kali sehari dengan 1-2 kali selingan maka menu makan besarnya SANGAT DISARANKAN memenuhi semua elemen nutrisi. Di piringnya HARUS ada KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, serta MICRONUTRIENTS (vitamin dan mineral). Buah diberikan sebagai CEMILAN 1-2 kali sehari, BUKAN dijadikan makanan utama yang menggeser posisi menu lengkap yang disebut di atas. Metode FOOD COMBINING yang memberikan buah saja untuk sarapan lebih COCOK DIBERIKAN KEPADA ORANG DEWASA SAJA yang membutuhkan banyak serat, terutama untuk mereka yang sedang menjalani diet. Tetapi untuk bayi dan anak yang berusia di bawah dua tahun, menu makan besarnya harus dioptimalkan pada pemenuhan semua elemen gizi. Asupan nutrisi yang benar akan sangat vital pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Jangan sia-siakan GOLDEN AGE, karena sifatnya tidak akan terulang kembali. Dan ingat, bahwa angka anemia defisiensi besi di Indonesia untuk golongan bayi usia 6-12 bulan adalah tinggi, sekitar 40%. Jadi, optimalisasi menu kaya protein ini sangat diperhatikan.

Nah.. panjang lebar tapi sangat mencerahkan ya. Penjelasan ini Mimin sadur langsung dari Dokumen AIMI. MPASI standar WHO direkomendasikan kepada semua anak, terlepas apakah berat badannya masih dalam standar normal atau di bawah standar. Kebutuhan nutrisi bayi di usia 6 bulan meningkat tajam sehingga semua bayi tetap disarankan mendapatkan MPASI standar WHO untuk menjamin ketersediaan nutrisi dalam tubuhnya.

Panduan MPASI standar WHO:
Maksimal selama 2 minggu pertama
Dikenalkan bubur/puree tunggal dari satu bahan agar bayi kenal rasa tiap makanan dan untuk mempermudah pengamatan reaksi alergi yang biasanya mumcul beberapa jam sesudah bayi makan. Boleh ditambah ASI atau air.
Tekstur semi kental: bila diletakkan di sendok dan sendok dibalik tidak mudah tumpah.
Frekuensi makan 1-2x sehari 
Porsi 2-3 sdm dewasa tiap kali makan. Kenalkan semua bahan makanan dari mulai kategori karbohidrat/makanan pokok, buah dan sayur, kacang2an dan sumber-sumber protein hewani dan nabati.

Setelah 2 minggu pertama
Kenalkan bubur saring lengkap karbo + sayur + protein hewani + protein nabati + sumber lemak tambahan (santan/minyak/margarin).
Frekuensi makan 2-3x sehari,
Makanan selingan 1x.

Salam Nenen,
Sakina.

1 comment for “MPASI – WHO or Food Combining?

Comments are closed.