Puasa dan Menyusui

Puasa dan Menyusui

Puasa dan Menyusui

Ramadhan sebentar lagi
Wacana berpuasa untuk ibu menyusui kembali menghangat. Hihihi.
“Puasa gak ya…. lemes ga ya nanti…”
“Hasil pumping bagaimana ya? Berapa kali pumping besok puasa?”
Yuk ah sebelum galau, mari mimin Sakina kembali buatkan kumpulan catatan penting dari AIMI dan Ayah ASI, dan Kellymom untuk dijadikan pengingat dan penimbang mengenai puasa….
Poin-poin penting untuk diperhatikan agar produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:
1. Pertahankan pola makan 3x sehari dengan gizi seimbang :  saat sahur, berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. 
Hal ini dibuktikan dengan penelitian berikut :
“Rakicioğlu et. al. (2006) studied mothers with babies aged 2-5 months who fasted during Ramadan (no food or fluids between 5:00 am and 7:30 pm). They found that although infant growth and macronutrient content of breastmilk was not affected, levels of several nutrients in breastmilk (zinc, magnesium and potassium) decreased and the nutritional status of the breastfeeding mothers was affected.”
Mikronutrien ini dibutuhkan dalam jumlah kecil oleh tubuh bayi, sehingga agar tidak menurun drastis selama puasa pastikan busui asupannya bergizi.
2. Perbanyak konsumsi cairan : air putih 2 liter + jus buah / susu. 
Dehidrasi tentu akan mempengaruhi produksi ASI. Waspada tanda dehidrasi seperti rasa haus,warna urin sangat kuning,kepala pusing, bibir dan lidah kering. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.
3. Istirahat yang cukup.
Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi saat baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahat dengan cara tidur atau sekadar relaks.
4. Prinsip utama ASI : makin sering dihisap, produksi makin banyak.
Working mom disarankan untuk tetap melakukan pumping seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips di atas. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.

Tips menyikapi hasil pumping yang menurun saat puasa oleh dr. Stella Tinia Hasiana M.Kes, Lintang Dwi F (konselor menyusui AIMI Jabar)
“..hasil pompa yang menurun di awal puasa adalah hal yang biasa karena tubuh sedang beradaptasi dan asupan cairan saat siang hari memang berkurang. Tetap lakukan pumping sesuai jadwal yang biasa walau hasil menurun, biasanya tiga hari atau seminggu kemudian, hasil pumping akan kembali normal. Saat siang hari, tidak usah menunggu payudara terasa kencang jika ingin memompa, lakukan secara rutin 2-3 jam sekali, agar produksi ASI tetap terjaga. Jika memungkinkan, baiknya memiliki ASIP beku untuk cadangan saat hasil pompa berkurang banyak.”
ASI adalah hak bayi.
Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan kecuali ASI.
Selain memang diberikan kemudahan dalam beragama dan menjalankan ibadah, menyusui juga termasuk ibadah yg mulia
Alhamdulillah, puanjang lebar ya.
Berpuasa bukan menjadi alasan untuk tidak lanjut menyusui.
Insya Allah.
Salam Nenen,
Sakina.

Sumber :