Up and Down. Just Go With It.

“Owalah.. Setengah jam pumping hasilnya cuma segini”

Hayoo.. Siapa yang masih sering ngedumel sendiri setiap selesai pumping?
Atau masih ada yang masih iri dengan isi botol ASIP hasil pumping rekan sebelah? Dapet dua botol bok sekali pumping?
Rumput tetangga tak selalu lebih hijau.
Begitu juga dengan Manajemen Laktasi. Mengapa? Apakah dua botol ASIP sekali perah selalu tampak deras di mata Bunda Busui? Mari Mimin Sakina bantu dengan contoh.

Bunda A.
Produksi ASI per sesi pumping kurleb 100 ml.
Jadwal pumping hanya saat bekerja saja.
Jumlah Sesi Pumping : 2x (sebelum makan siang dan sore sebelum pulang bekerja)
Total rata-rata : 200 ml

Bunda B.
Produksi ASI per sesi pumping kurleb 60ml.
Jadwal pumping dimaksimalkan setiap 4 jam(kecuali waktu nenen)
Jumlah Sesi Pumping : 5x ( 02.00, 08.00, 12.00, 16.00, 22.00)
Total rata-rata : 300ml

Jadi, lebih pilih yang mana? Jadi si Rajin, atau si Malas?
Bunda… Tujuan Mimin memberikan ilustrasi di atas adalah untuk menekankan pentingnya Manajemen Laktasi, terlepas dari berapapun hasil produksi yang Bunda hasilkan setiap memerah ASI. ASI adalah anugerah, berapapun yang kita peroleh harus disyukuri. Mindset dan Feeling Bunda memegang peranan penting atas produksi ASI. Bersedih hati hanya akan memperburuk keadaan saja.

Mari terus lakukan kebiasaan baik dan tetap taati jadwal perah, sekalipun hasil produksi sedang menurun. Tentunya sambil mengevaluasi faktor penyebabnya, seperti stress, kelelahan, masa menstruasi, gangguan hormonal, dsb. Merapel sesi pumping bisa menjadi tanda awal kemalasan lho

Dukungan suami dan keluarga bisa menjadi penambah semangat untuk Bunda. Beragam cara memancing LDR juga patut dicoba untuk membantu Bunda Pumping seperti yang pernah mimin share sebelumnya

Masa pasang surut ASI pasti dihadapi,
Yang membedakan adalah bagaimana menyikapinya supaya cepat kita lalui.

Salam Nenen,
SAKINA.

Leave a Reply